Jumat, 05 Oktober 2012

New Media


       New media merupakan penggabungan media tradisional seperti film, gambar, musik, pembicaraan atau tulisan, dengan TIK (teknologi informasi dan komunikasi). Istilah new media baru muncul akhir abad ke-20, seiring meluasnya akses internet oleh masyarakat. Sebagian besar teknologi yang digambarkan sebagai “media baru” adalah digital, seringkali memiliki karakteristik dapat dimanipulasi, bersifat jaringan, padat, mampat, interaktif dan tidak memihak.

       Berbeda dengan media konvensional seperti koran atau majalah, new media bersifat real time, sehingga dapat menyajikan informasi up to date atau terkini. New media juga dianggap lebih demokratis dan independen baik dalam pembuatan, penerbitan, distribusi, maupun dalam hal konsumsi konten yang tersedia. Media ini relatif lebih “merdeka” dalam menyampaikan informasi karena tidak terkengkang oleh kekuasaan dan kepentingan penguasa (baik pemerintah maupun pemegang modal). Begitu juga pembaca bebas menikmati konten yang disediakan dengan privasi tinggi.

       Dari segi bentuk dan tampilannya pun new media punya banyak kelebihan. Selalu full color, Animasi maupun video adalah fitur yang selalu mendukung konten new media. Ini tentu bertolak belakang dengan konten media tradisional yang cenderung statis. New media juga mempunyai kelemahan. Kontrol konten yang lemah menyebabkan validasi informasi yang ada di new media mesti dipertanyakan. Tidak dapat dibantah bahwa new media juga dapat dijadikan sarana empuk melakukan provokasi, menyampaikan hoax (berita bohong).

www.gunadarma.ac.id
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar